Seakan menyelimuti kenangan akan hari-hari itu tentang kekasihnya, alir sisa rinai hujan subuh tadi turut membuat tarikan nafasnya semakin dalam di ikuti tetes air mata yang mengalir melewati pipinya yang kerap memerah jika tersentuh. Memerahnya pipi itu terlihat semakin indah karena bersanding dengan warna kulit sawo matangnya. Kelembutan selalu terpancar dari setiap tutur kata wanita ini, wanita yang mungkin lupa banyak hal sewaktu kecil tetapi tak pernah bisa melupakan pelukkan hangat yang selalu menenangkan dirinya. Pelukan yang memberi nasehat dan ketenangan, bahkan lebih hangat dari setiap olahan kata yang kerap wanita ini dengar dari siapapun. . . . . Genangan air di dalam ember penampungan itu selalu berhasil merefleksikan anggunya wajah lembut wanita ini, yang bertugas untuk membuang genangan air ...